Sabtu, 30 November 2013

Kompresor Tipe Multi Piston


KOMPRESOR TIPE MULTI PISTON


  1. KOMPETENSI
Setelah melaksanakan praktik, mahasiswa diharapkan dapat :
  1. Mahasiswa dapat membongkar dan memasang kembali unit kompresor tipe multi piston
  2. Mahasiswa  dapat mengetahui konstruksi dan cara kerja unit kompresor tipe multi piston
  3. Mahasiswa dapat menggambar sket unit kompresor tipe multi piston.

  1. ALAT DAN BAHAN 
Adapun alat dan bahan yang di perlukan mahasiswa saat praktik :
1.      Unit kompresor tipe multi piston
2.      Satu set toolbox
3.      Kelengkapan tool tray dan part tray

  1. DASAR TEORI
Sistem AC pada mobil berfungsi untuk mendinginkan dan menstabilkan ruangan mobil dengan cara mengambil panas dari ruangan tersebut. Dingin merupakan sifat relatif yang menunjukkan rendahnya derajat panas. Panas adalah salah satu bentuk energi. Panas sebdiri terdapat dua jenis yaitu:
a.       Panas sensible yaitu panas yang diambil atau diberikan dari suatu zat untuk merubah suhu zat.
b.      Panas laten yaitu panas yang diberikan atau diambil dari suatu zat untuk merubah wujud zat tersebut.
Berdasarkan hukum Boyle Gay Lussac:
Apabila suatu zat dimampatkan atau dikompresikan maka tekanan zat tersebut akan  naik, volumenya akan turun dan suhunya akan naik. Atau sebaliknya jika diekspansi maka kejadiannya akan sebaliknya.

Dari sini maka dibuat konsep kerja kompresor untuk menciptakan perubahan tekanan, suhu dan volume untuk keperluan sistem AC. Pemanfaatan tekanan tinggi pada kerja kondensor karena uap tekanan tinggi akan mempermudah pengembunan. Begitujuga pada evaporator diperlukan tekanan rendah untuk mempermudah dan mempercepat proses penguapan dari refrigrant.
Kompresor pada air conditioner ( AC ) merupakan alat untuk menaikkan tekanan pada refrigerant dengan tujuan agar refrigerant dapat bergerak dari kompresor menuju kondesor        receiver / drier / dehidrator       katup ekspansi        evaporator         kembali lagi ke kompresor. Karena prinsip fluida ialah bergerak dari tekanan tinggi menuju tekanan yang lebih rendah. Karena tekanan naik maka otomatis suhu refrigerant juga naik (± 70° C) oleh karena itu perlu diturunkan dengan menggunakan kondensor.
Pada kompresor multi piston terdapat lima buah piston yang digerakan oleh wobble plate yang berbentuk tonjolan mendatar yang berputar, apabila piston terkena tonjolan maka piston bergerak naik dan melakukan gerak kompresi, yang tidak terkena tonjolan bergerak turun dan melakukan langkah hisap, karena piston bergerak turun dan membuka katup masuk pada katup linier.
Catatan :
Hati – hati dengan memasang kembali unit piston agar serempak dalam posisi tegak sehingga tidak terjadi penjepitan.


  1. DATA PRAKTEK
Gambar sederhana rangkaian sistem AC

           

Ket 
A.    Inside the refrigerator
B.     Compresor
C.     Expansion valve

5. PEMBAHASAN

Fungsi komponen
  1. Silinder
Berfungsi untuk letak piston, tutup silinder, wooble plate dan tempat menghasilkan tekanan refrigerant.
  1. Piston  
Berfungsi untuk menghasilkan tekanan refrigerant menjadi lebih tinggi melalui proses kompresi.
  1. Woblle Plate
Sebagai katup tekan sehingga apabila ada proses isap dia tertutup.
  1. Poros pemutar
Untuk menjaga agar drive hub begerak selalu oval sehingga menghasilkan tekanan refrigerant yang merata.
  1. Bola penekan
Untuk membuat drive dapat bergerak secara oval.
  1. Kopling
Berfungsi  untuk menghubungkan dan melepaskan putaran kompresor dari mesin.
  1. Batang Penekan
Berfungsi untuk menekan piston agar dapat bergaerak naik turun.
Analisis kondisi komponen
a.       Baut dan mur
Baut dan mur banyak yang hilang sehingga harus di ganti dengan yang baru agar unit kompresor tipe multi piston dapat berfungsi dengan baik.
b.      Bola Penekan
Bola penekan yang hilang harus di ganti.
c.       Piston Assambly
Kondisi piston yang aus harus di ganti karena apabila di amplas di takutkan akan terjadi kebocoran saat proses kompresi.


d.      Wobble Plate
Woblle plate yang sudah berkarat dapat di amplas agar hilang karatnya sehingga refrigerant tidak bercampur dengan karat woblle plate.
e.       Bearing
Bearing sudah Aus harus di ganti karena tidak dapat di perbaiki lagi.
f.       Poros pemutar
Poros pemutar tidak oval sehingga harus di ganti
g.      Kopling
Kondisi kopling yang Karat dan sudah aus harus di ganti
Cara kerja sistem kompresor tipe multi piston
Ketika pulley pada kompresor diputar oleh mesin, maka swash plate akan ikut berputar ( konstruksi pulley kompresor menjadi satu bagian dengan magnetic switch ), putaran yang terjadi pada swash plate dihasilkan dari putaran mesin yang diteruskan ke pulley kompresor dengan perantaraan magnetic switch, dimana magnetic switch disini akan bekerja bila terdapat aliran listrik yang menyebabkan pulley menjadi magnet dan membuat putaran pulley dapat diteruskan keporos swash plate.
Apabila kondisi magnetic switch rusak atau tidak lengkap maka putaran pulley tidak bisa diteruskan keporos swash plate. Ketika swash plate berputar, maka putaran swash plate akan membuat piston bergerak naik turun (gerakan naik - turun piston dikarenakan konstruksi swash plate yang dibuat tidak rata dibagian atas). Putaran swash plate didukung dengan adanya bearing dan plat bearing agar swash plate dapat berputar dengan lancar, apabila bearing serta plat bearing bermasalah akan menyebabkan putaran swash plate tidak halus.
            Gerakan naik turun piston digunakan untuk melakukan langkah isap serta langkah tekan refrigerant pada aliran system air conditioner. Apabila pada piston terdapat banyak luka disekitar kepala maupun body piston akan menyebabkan penurunan tekanan kompresi.
            Aliran keluar masuk refrigerant dari dan ke kompresor diatur oleh katup isap dan katup buang yang berbentuk trocoid ( bintang ).

MAGNETIC CLUTCH

Cara kerja Magnetich cluth
Magnetic clutch digunakan untuk menghubungkan dan melepaskan kompresor dari mesin. Komponen utamanya terdiri dari stator, rotor dan pressure plate. Prinsip kerja magnetic clutch adalah sebagai berikut, apabila arus listrik dialirkan ke koil, akan timbul gaya magnet pada besi II dan gaya magnet pada besi.

Keuntungan kompresor multipiston dibandingkan kompresor dengan single piston
o   Dari segi konstruksi
Kompresor multipiston memiliki konstruksi yang lebih menunjang untuk mendapatkan tekanan yang besar dan stabil, jika dibandingkan dengan kompresor tipe single piston kompresor ini mampu bekerja dengan menghasilkan lebih banyak tekanan dan lebih banyak kestabilan karena memiliki 5 buah piston untuk melakukan langkah kerja.
o   Dari segi cara kerja kompresor
Kerja kompresor tipe multipiston akan menghasilkan kwantitas tekanan dan refrigerant yang lebih besar, jika dibandingkan dengan type single piston kompresor ini mampu menghisap lebih banyak refrigerant karena terdapat 5 buah silinder dan 5 buah piston untuk setiap silindernya.
 6. KESIMPULAN
Karena banyaknya kekurangan dan kerusakan yang terdapat pada kompresor, dapat dipastikan bahwa kompresor tidak dapat digunakan pada mesin hidup. Agar kompresor dapat digunakan sebagaimana mestinya, maka perlu dilakukan perbaikan pada point - point kerusakan yang tersaji pada data praktek dan analisis data.

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar