Selasa, 05 Februari 2013

Perbedaan bukan alasan

Menarik sekali habis nonton film "?" ( tanda tanya ) sebuah film yang berani mengangakat tema keanekaragaman agama yang sangat sensitif di masyarakat saat ini. Jarang ada film yang berani mengangkat tema seperti itu karena salah sedikit bisa fatal akibatnya yang menyebabkan perpecahan. Selain "?" ( tanda tanya ) beberapa film yang mengagkat tema perbedaan agama di masyarakat seperti 3 hati 2 dunia 1 cinta dan cin[t]a. Disana penonton di giring untuk berpikir dan berpendapat kalau tidak ada yang bener2 betul dan tidak ada yang bener2 salah,sehingga saling menghargai dan tidak memandang itu sebagai perbedaan melainkan kekayaan. :)



Hal itu mengingatkan saya pada memori hampir 9 tahun yang lalu. Waktu saya masuk SMP saya sekelas dengan seorang keturunan chinese dan beragama katolik. Sebuah hal tabu bagi saya yang di SD semua beragama Islam dan saya di besarkan di keluarga Islam yang cukup taat. Rasa takut dan sebagainya ada mengingat ada peredaan yang nyata sehingga tidak perlu dekat2 dan juga dilema karena dia itu teman satu kelas. Awalnya mungkin saya tidak peduli namun waktulah yang menemukan dan menyatukan hal itu. Singkat cerita disaat anak2 lain masih enggan terlalu dekat dengan anak itu,aku dan dia malah menjadi sahabat yang sangat dekat,bahakan bisa dibilang 3 tahun di SMP dan 1 kelas terus membuat dia jadi sahabat terdekatku,ya setiap ada masalah apa2 dia jadi orang yang pertama tau dan ku ceritakan begitu sebaliknya :)

Ternyata perbedaan itu bukan alasan kita harus merasa lain,tidak bisa bersama,minder dsb. Perbedaan itu kekayaan,dunia akan hampa dan datar kalau hanya ada 1 warna. Pancasila sila pertama berbunyi "ketuhanan yang maha esa "yah ketuhanan yang maha esa meyakini dalam diri hanya 1 tuhan tapi tak menyebut 1 nama tuhan sehingga tak masalah siapa tuhanmu yang penting meyakini 1 tuhan :). Perbedaan itu bukan alasan kita harus musuhan bukankah agama Yahudi,nasrani dan islam dulunya sama yaitu agama yang turun dari Allah dan berbapak sama yaitu Nabi Ibrahim...3 tahun yang luar biasa bersama sahabatku yang satu ini. Masih ingat saat pulang sekolah aku dan dia pergi kepasar membeli gatsby wax,CD lagu bajakan dsb,saat hari jumat aku sholat jumat dan dia menunggu dan saat hari minggu mau main aku nunggu dia sembahyang di gereja :) . Tentu sebuah pengalaman menarik bagi saya yang waktu itu masih SMP. Meski berbeda agama aku dan dia masih bisa sahabatan,dekat,main bareng,curhat2an bareng dan saling menghargai.

Jadi hati saya miris saat ada berita tentang pertikaian yang disebabkan masalah agama. Orang selalu memandang sesuatu dari 1 sisi dan tidak berusaha mengerti melihat dari sisi lainya. Orang selalu terjebak pada cover buku yang akan di baca,buku yang dipandang jelek akan di tinggal tanpa mencoba mengerti apa yang ada di dalamnya. Semua agama mengajarkan berbuat baik,toleransi dan saling menghargai. Nabi Muhammad SAW yang saat itu memimpin Madinah juga masih menghargai ada orang yang berbeda keyakinan tinggal disana,asalkan berbuat baik dan tidak memusuhi haram hukumnya kalau dimusuhi :)

Meski demikian kita harus meningkatkan keimanan pada Tuhan kita sendiri. Tuhan menciptakan kita berbeda2 tetapi hanya ingin disembah dengan satu cara oleh sebabb itu Tuhan menciptakan cinta biar yang berbeda2 bisa bersama.Namun hanya ada satu yang benar :)



Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar