Rabu, 11 Desember 2013

Museum Benteng Vredeburg, saksi bisu zaman kolonial

Saat mendengar kata museum yang tergambar dipikiran pertama kali mungkin adalah tempat yang kuno, membosankan, kotor dsb. Namun bayang-bayang itu segera sirna kala menikmati museum yang satu ini, Museum benteng vredeburg.

Museum ini seperti judulnya adalah sebuah benteng yang berganti nama menjadi fort Rustenburg dan kemudian berganti lagi menjadi Vredeburg. Benteng ini direnovasi dari dana pemerintah Belanda atas benteng yang telah dibangun oleh pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I. Benteng yang tadinya sangat sederhana itu dibangun hanya lima tahun setelah perjanjian Giyanti. Kekhawatiran Belanda atas meningkatnya kekuatan keraton kasultanan Yogyakarta pada saat itu kemudian membuat Belanda merasa perlu mengambil alih benteng tepat di depan keraton yogyakarta tersebut.

Didalam benteng terdapat bangunan-bangunan yang di dalamnya terdapat diorama bertema zaman perjuangan. Mulai dari sang proklamator Ir Soerkarno, ki hajar dewantara sampai sri sultan hamengkubuwono pun di gambarkan dengan menarik disini.

Pada masa sekarang ini, benteng yang letaknya ada di titik kilometer 0 kota Yogyakarta ini menjadi tempat nongkrong bagi kaum muda  dan juga di gunakan untuk preweding beberapa orang . Biaya masuk museum ini juga sangat terjangkau yaitu Rp. 2000 rupiah saja, pengunjung dapat masuk ke bangunan unik yang keaslian masih terjaga.

                                               


























Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar